Libur semester kali ini bagi siswa kelas 8I MTsN 1 Bandar Lampung layaknya sebuah pelangi yang tumpah di atas kanvas kehidupan. Setiap siswa melukis kenangannya dengan warna yang berbeda, namun semuanya bermuara pada satu rasa: kebahagiaan yang membuncah.
Aroma Laut dan Gemuruh Kembang Api
Di pesisir Lampung, Syfa memecah ombak di Pantai Klara. Wangi amis laut yang segar berpadu dengan aroma gurih ikan dan ayam yang dibakar di atas bara api. Ia menunggangi banana boat yang meliuk-liuk seperti naga laut, sementara di sisi lain, Nadhifa dan Salsabila menjadikan Kalianda sebagai pelabuhan tawa mereka. Di sana, dinginnya air kolam Waterworld menusuk pori-pori, sejuk seperti es serut di tengah terik matahari.
Kontras dengan riuhnya pantai, Anisa memilih "memeluk langit". Dari lantai 22 Grand Mercure, ia melihat kembang api meledak di angkasa bak jutaan permata yang tumpah di atas hamparan lampu kota Bandar Lampung. Bau nasi goreng hangat menemani malam tahun barunya yang mewah di balik jendela kaca yang dingin.
Jejak Langkah di Pegunungan dan Kota
Jauh di dataran tinggi, Khanza mendaki gunung di Liwa. Paru-parunya dimanjakan oleh oksigen murni yang beraroma daun pinus yang basah. Ia merasai dinginnya air sungai saat tangannya meraba batu-batu licin demi mencari keong. Sementara itu, Amira berkelana lebih jauh hingga ke Kawah Putih, Bandung. Bau belerang yang menyengat dan kabut putih yang tebal menyelimuti perjalanannya sebelum akhirnya pulang dan disambut oleh kenyalnya Bakso Soni yang legendaris di Lampung.
Kehangatan Rumah dan Gemerlap Mal
Bagi sebagian siswa, rumah adalah kuta yang paling nyaman. Naswya, Queen, dan Azzahra mengubah lelah menjadi berkah dengan membantu orang tua. Harum sabun cuci piring dan debu yang tersapu bersih menjadi saksi produktivitas mereka. Namun, Mal Kartini (Moka) tetap menjadi magnet yang tak terelakkan. Di dalam gedung bioskop yang dingin dan beraroma jagung berondong (popcorn), mereka terhanyut dalam kengerian film Janur Ireng atau kemegahan visual Avatar.
Di sudut lain kota, Nadia tampil anggun dalam balutan kebaya coklat, menjadi bridesmaid yang cantik dengan rambut curly yang tertata rapi. Aroma parfum yang manis dan es lemon tea yang segar menemani hari istimewanya. Sementara itu, Naila bersorak kegirangan di Way Halim karena berhasil menaklukkan mesin jepit dan membawa pulang boneka pisang yang empuk.
Penutup yang Manis
Liburan ini adalah simfoni rasa. Dari pedasnya petis rujak Shaqila di Metro, hingga manisnya susu cokelat Salsabila di villa pribadi. Meski raga mereka terpencar dari pegunungan Liwa hingga mal-mal di pusat kota, mereka dipersatukan oleh satu hal: semangat untuk kembali ke sekolah dengan tas yang penuh dengan cerita.
8I bukan sekadar kelas; mereka adalah sekumpulan pengelana yang baru saja pulang dari petualangan hebatnya masing-masing. ***
No comments:
Post a Comment