Tuesday, January 6, 2026

Jejak Cerita di Kelas 8I: Dari Debur Ombak hingga Catatan Sejarah

Jejak Cerita di Kelas 8I: Dari Debur Ombak hingga Catatan Sejarah 

Desember 2025 menjadi saksi bisu betapa riuhnya kehidupan siswa kelas 8I meski sekolah sedang libur. Di sudut-sudut kota Bandar Lampung hingga jauh melintasi batas provinsi, masing-masing membawa cerita yang akan mereka bagi saat gerbang sekolah kembali dibuka.

Bagi M. Rasya Alfarisi, minggu pertama liburan adalah perayaan waktu luang yang maksimal. Selama tujuh hari, ia menikmati siklus santai: bangun siang, menjalankan kewajiban shalat dan mengaji, lalu tenggelam dalam dunia digital di ponselnya. Namun, Rasya tidak terus berdiam diri. Tanggal 27, ia meluncur ke LCM untuk menonton film Agak Laen dan Menyala Pantiku. Menjelang tahun baru, ia beralih ke konsol PS 5, sebelum akhirnya menutup liburan dengan perjalanan ke Lampung Timur mengunjungi nenek dan berburu mie ayam favorit di Metro.

Ritme santai Rasya juga dirasakan oleh M. Rayhan Raj. Setelah melepas rindu dengan asrama pada tanggal 16 Desember, Rayhan menghabiskan waktu beradu strategi bermain PS bersama kakaknya dan menginap lama di rumah nenek di Way Halim sebelum akhirnya bersiap kembali ke asrama.

Di pesisir Lampung, Syfa tertawa lepas di atas banana boat yang membelah ombak Pantai Klara. Tak jauh dari sana, Nadia tampil anggun dengan kebaya cokelat sebagai bridesmaid. Sementara itu, Nadhifa dan Salsabila memilih dinginnya air di Kalianda, meski Salsabila sempat mampir ke Karang Indah Mall untuk memborong cokelat sebagai bekal.

Cerita sedikit berbeda datang dari Sulthan yang menempuh 12 jam perjalanan ke Bengkulu demi sejarah dan durian, serta Amira yang menembus kabut dingin di Kawah Putih, Bandung. Di sisi lain, perjuangan fisik ditunjukkan oleh Alfan yang bertanding karate di Banten hingga cedera, namun tetap tangguh lari dari Teluk hingga Klara di awal tahun. Semangat ini selaras dengan Fakhri Bilal di Kotabumi yang bermain burung dara, serta Tanzilal yang memancing di rumah mendiang neneknya di Lampung Barat.

Bagi mereka yang di rumah saja, keseruan tidak berkurang. Queen, Naswya, dan Azzahra menjadi pahlawan rumah tangga dengan membantu orang tua. Anisa bahkan membawa kenyamanan rumah ke lantai 22 Grand Mercure untuk menonton kembang api. Namun, liburan tak selalu mulus; Gholib harus ikhlas kehilangan sandalnya di Masjid Al-Bakri, sementara Naila bersorak kegirangan karena berhasil memenangkan boneka pisang dari mesin capit di Navara. Cerita ditutup dengan kedamaian Khanza Zafira yang mencari keong di sungai pegunungan Liwa.

Kini, Desember telah berlalu. Dari drama kehilangan sandal, serunya main PS 5, hingga perjuangan di matras karate, kelas 8I telah siap kembali. Mereka bukan lagi sekadar siswa yang duduk di bangku kayu, melainkan kumpulan petualang yang siap merangkai cerita baru di semester yang baru.

Wah, cerita Rasya benar-benar melengkapi variasi liburan kelas kalian ya! Ada yang sangat produktif, ada juga yang sangat menikmati waktu istirahatnya.***

No comments: