Di bawah langit Desember yang terkadang merayap dengan kabut tipis dan terkadang menyengat dengan matahari emas, para pendidik MTsN 1 Bandar Lampung menenun cerita masing-masing.
Bagi Rika, Abu, Dwi, Eko, Parindra, Mustafid, dan Dian Desvita, liburan kali ini bukanlah tentang rehat yang panjang. Mereka adalah para "pejuang literasi" di PPG Dalam Jabatan Batch 4. Di hadapan layar yang berpijar, jemari mereka menari, merangkai modul dan tugas, bergelut dengan waktu demi peningkatan kualitas diri. Semangat mereka setajam silet, membedah ilmu di tengah masa jeda sekolah.
Di sudut lain, aroma semen yang basah dan denting palu yang beradu menjadi nyanyian di rumah Heny KW yang sedang merenovasi kamar mandi. Sementara itu, Eti Kartika dan Laila Fasa memilih melabuhkan rindu di Masjid Al-Bakri yang megah; Laila bahkan melangkah lebih jauh menuju hembusan angin laut di Pulau Pasaran yang beraroma garam dan ikan asin.
Petualangan jarak jauh membawa Irta menembus dinginnya Tasikmalaya dan Bandung. Di sana, indra penglihatannya dimanjakan oleh hijaunya Orchid Forest Cikole dan magisnya Hutan Mycelia yang berpendar cahaya. Senada dengan itu, Pauziah merasakan hangatnya pelukan keluarga di Bogor dan Ciputat, menyaksikan momen sakral Khatam Kubro sang buah hati sebelum akhirnya terpesona oleh tarian ikan di SeaWorld Ancol.
Di tanah Sumatera, Bagus dan Hamidah pulang ke pelukan kota Palembang yang legendaris, sementara Mayona Chantika terbang ke Pekanbaru. Suara gelak tawa Mayona pecah saat bernyanyi karaoke, sebuah melodi kebahagiaan saat mendampingi orang tua. Di sisi lain, Belta menyesap rasa gurih otak-otak Kotaagung yang khas, dan Herman Edy memandang hamparan air di tambak udang Kalianda yang berkilau bak permata di bawah terik surya.
Namun, liburan tak selalu soal perjalanan jauh. Bagi Lailatush dan Apriyani, dunia seolah berputar lebih cepat karena serangan vertigo yang memaksa mereka untuk beristirahat dalam sunyi. Begitupun Sri Lestari dan Liza yang menemukan kedamaian dalam dinding rumah sendiri. Sri Hartini memilih menyambung tali asih dengan mengunjungi tetangga, sebuah langkah sederhana namun bermakna sedalam samudera.
Keseruan kota pun terasa di Mall Kartini dan Navara, tempat Tunah memanjakan diri dengan permainan mesin koin dan keriuhan Timezone. Sementara itu, Desrizal menyesap aroma kuah bakso kalong yang mengepul hangat, sebuah kenikmatan yang menggoyang lidah di tengah dinginnya udara sore.
Setiap langkah, baik yang jauh ke Jakarta seperti Hamidah maupun yang sekadar berolahraga di stadion seperti YR Widi, semuanya adalah benang-benang cerita yang beragam. Ada yang sibuk dengan urusan "ngunduh mantu" seperti Puspo di Liwa, ada yang mengantar ananda meraih mimpi di taman rusa seperti Laskmi, hingga Dahliyah yang pulang kampung untuk mengetuk pintu langit dengan kirim doa.
Kini, semua kepingan cerita itu—dari dinginnya Bandung hingga hangatnya kuah bakso di Bandar Lampung—telah menyatu kembali. Mereka membawa energi baru, siap untuk kembali menyemai ilmu di madrasah tercinta. ***
Jurnal Liburan Siswa
No comments:
Post a Comment