Tanzilal: Harmoni di Pelukan Alam
Di bawah langit Lampung Barat yang sejuk dan tanah Sungkai yang subur, Tanzilal menemukan ketenangan. Harum tanah basah dan aroma kayu tua menyambutnya saat ia membereskan rumah nenek, sebuah bakti yang terasa menenangkan.
Puncaknya adalah pesta indra di kebun belakang: ia memetik rambutan yang merah merona secerah matahari pagi dan alpukat mentega yang lembut di tangan. Sambil menunggu kail pancingnya ditarik ikan di tepian air yang tenang, Tanzilal benar-benar menyatu dengan kearifan lokal yang bersahaja.
Fakhri Bilal: Canda di Sudut Kotabumi
Bagi Fakhri Bilal, Kotabumi adalah taman bermain yang dinamis. Setiap pagi, deru napasnya beradu dengan angin saat ia lari pagi dan bersepeda membelah kabut tipis. Namun, ada kontras yang menarik: jari-jarinya begitu lincah menari di atas layar saat bertempur di dunia Mobile Legends, sementara matanya menatap langit dengan penuh harap saat bermain burung dara. Suara kepakan sayap burung di sekitar rumah menjadi musik latar yang manis bagi liburannya.
Gholib: Deburan Ombak dan Tragedi Sunyi
Gholib melukis liburannya dengan warna-warni Bandar Lampung hingga Mutun. Bau ayam goreng segar yang dibelinya di Antasari seolah menjadi bahan bakar sebelum ia memacu semangat menuju pantai. Angin laut yang asin dan pasir yang menyelip di sela jari kaki membawa kegembiraan bersama teman-teman.
Namun, takdir punya selera humor yang unik. Di balik megahnya Masjid Al-Bakrie, Gholib harus merelakan sandalnya "berpindah tangan." Ia pulang dengan kaki yang menyentuh dinginnya lantai masjid secara langsung—sebuah momen apes yang justru menjadi bumbu cerita yang tak terlupakan.
Alfan: Sang Penakluk Jarak
Jika stamina memiliki nama, maka namanya adalah Alfan. Dengan gagah ia menumpang bis Marinir menuju Banten untuk berlaga di gelanggang Karate. Meski rasa nyeri dari cedera sempat menyapa, semangatnya tak luntur.
Pada fajar 1 Januari, saat orang lain masih terbuai mimpi, Alfan sudah membelah aspal dari Teluk hingga Pantai Klara. Bayangkan deru jantung yang berdegup kencang dan tetesan keringat yang jatuh di sepanjang jalur panjang tersebut. Sebuah pencapaian heroik yang menutup awal tahun dengan ledakan energi luar biasa.
Sorotan Utama:
Kelompok ini adalah perpaduan antara kekuatan fisik yang tak kenal lelah (Alfan), kedekatan batin dengan alam (Tanzilal & Bilal), serta cerita humanis yang mengundang senyum (Gholib). ***
No comments:
Post a Comment